- oleh Kluster1_Panjatan2
- 20 September 2025 05:12:16
- 120 views
KELAS EDUKASI KADER MENDUKUNG PELAYANAN
INTEGRASI PELAYANAN KESEHATAN PRIMER
Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) merupakan salah satu upaya untuk menata dan mengkoordinasikan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (Puskesmas) agar lebih fokus terhadap kebutuhan kesehatan sepanjang siklus hidup dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, dewasa hingga usia lanjut secara komprehensif. Titik berat program ini adalah pada upaya penguatan upaya promotif dan preventif, peningkatan kualitas pelayanan, pemanfaatan tehnologi, serta penguatan sistem jejaring pelayanan kesehatan.
Perpanjangan tangan Puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan di tingkat desa / kelurahan adalah keberadaan Puskesmas Pembantu yang berfungsi sebagai pemberi pelayanan kesehatan dan mengkoordinasikan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Penyelenggaraan ILP di Puskesmas Pembantu, menyertakan kader sebagai sumber daya yang dilatih untuk turut serta mendukung penyelenggaraan ILP di desa/kelurahan..
Puskesmas Pembantu Pleret sebagai lokus pelayanan ILP telah melaksanakan beberapa kegiatan pelayanan diantaranya skreening kesehatan, pelayanan pengobatan terbatas, laboratorium sederhana, kunjungan rumah oleh petugas kesehatan maupun kader kesehatan, pendampingan atau pembinaan ke posyandu setempat serta pemantauan wilayah setempat yang dilakukan oleh kader berkolaborasi dengan tenaga kesehatan yang dikelompokkan sebagai anggota tim daerah binaan.
Pemberdayaan masyarakat juga dilaksanakan di Puskesmas Pembantu Pleret, diantaranya melalui kegiatan Kelas Edukasi Kader. Kegiatan tersebut dijadwalkan secara rutin dan dilaksanakan setiap satu atau dua bulan sekali dengan pemberian materi sesuai kebutuhan. Selain itu, Kelas Edukasi Kader merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan peran kader ILP di desa / kelurahan yang ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader agar lebih mampu menjalankan tugasnya di masyarakat, mampu mengidentifikasi dan menangani masalah kesehatan yang muncul di masyarakat serta mempersiapkan kader agar dapat berperan aktif dalam mengembangkan program kesehatan di wilayahnya. Kegiatan tersebut menjadi wahana sarana komunikasi, edukasi dan sharing ilmu yang apabila dimanfaatkan secara maksimal akan mampu mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. (Sita Heny).

